Review Film Alien Romulus: Franchise Kembali Hidup
Review Film Alien Romulus: Franchise Kembali Hidup. Alien: Romulus yang tayang sejak Agustus 2024 langsung menjadi salah satu film horor paling dinanti dan sukses di tahun tersebut. Disutradarai Fede Álvarez (Don’t Breathe), film ini membawa kembali semangat franchise Alien klasik Ridley Scott dengan cerita baru yang berlatar antara Alien (1979) dan Aliens (1986). Dibintangi Cailee Spaeny sebagai Rain Carradine, David Jonsson sebagai Andy, Archie Renaux sebagai Tyler, dan Isabela Merced sebagai Kay, film ini berhasil meraup lebih dari US$350 juta secara global dari budget sekitar US$80 juta—angka yang sangat mengesankan untuk film R-rated horor sci-fi. Rating Rotten Tomatoes mencapai 80% dari kritikus dan 85% dari penonton. Setelah beberapa sekuel yang dianggap mengecewakan, Romulus berhasil membuktikan bahwa franchise Alien masih punya nyawa dan bisa kembali hidup dengan cara yang benar. REVIEW FILM
Kembali ke Akar Horor Sci-Fi yang Murni di Film Alien Romulus: Review Film Alien Romulus: Franchise Kembali Hidup
Fede Álvarez memilih pendekatan yang sangat tepat: fokus pada horor murni, claustrophobia, dan rasa takut terhadap yang tidak diketahui—sama seperti Alien pertama. Cerita mengikuti sekelompok penambang muda di stasiun luar angkasa Romulus yang menemukan Xenomorph dan menghadapi ancaman yang semakin mematikan. Tidak ada penjelasan bertele-tele soal asal-usul Xenomorph, tidak ada politik perusahaan yang rumit—hanya survival dan ketegangan konstan. Adegan-adegan ikonik seperti facehugger, chestburster, dan pengejaran di koridor gelap dibuat dengan sangat efektif. Visualnya gelap, lembab, dan penuh detail industri—setiap pipa bocor, suara logam berderit, dan darah asam Xenomorph terasa sangat nyata. Musik Benjamin Wallfisch menggunakan elemen klasik Jerry Goldsmith tapi dengan sentuhan modern yang membuat suasana semakin menegangkan. Film ini berhasil kembali ke akar horor sci-fi yang membuat Alien pertama begitu legendaris: rasa takut terhadap makhluk asing yang sempurna dan tidak bisa dikalahkan.
Performa Cailee Spaeny dan Cast Muda: Review Film Alien Romulus: Franchise Kembali Hidup
Cailee Spaeny sebagai Rain memberikan penampilan yang sangat kuat sebagai final girl modern—ia berhasil membawa rasa takut yang realistis, kecerdasan, dan keberanian tanpa terasa klise. Karakternya punya kedalaman emosional yang cukup, terutama hubungannya dengan Andy (David Jonsson) yang merupakan android dengan program ambigu. David Jonsson sebagai Andy juga tampil luar biasa—ia berhasil membuat penonton ragu apakah android ini sekutu atau ancaman. Isabela Merced sebagai Kay dan Archie Renaux sebagai Tyler menambah dinamika kelompok yang terasa nyata—mereka bukan sekadar “korban berikutnya”, tapi punya motivasi dan rasa takut yang bisa dirasakan penonton. Cast muda ini berhasil membawa energi segar tanpa mengorbankan rasa horor yang dibutuhkan franchise. Tidak ada aktor yang mencuri peran—semua berfungsi untuk memperkuat rasa terjebak dan keputusasaan di tengah ancaman Xenomorph.
Kelemahan Pacing dan Beberapa Twist
Meski sangat kuat dalam atmosfer dan gore, film ini punya kelemahan di babak akhir yang terasa agak terburu-buru. Beberapa twist (terutama soal asal-usul Xenomorph dan karakter tertentu) terasa dipaksakan dan kurang logis bagi penggemar hardcore franchise. Pacing di tengah juga agak lambat karena terlalu banyak fokus pada eksplorasi stasiun tanpa cukup ketegangan konstan. Ada juga kritik bahwa film ini terlalu mengandalkan fanservice—banyak referensi dan elemen visual dari Alien pertama dan Aliens yang terasa seperti homage berlebihan daripada inovasi. Bagi sebagian penonton, ini membuat film terasa kurang orisinal meski tetap sangat menghibur dan menakutkan.
Respon Penonton dan Dampak
Penonton Indonesia yang menyukai horor sci-fi menyambut sangat positif—film ini laris di bioskop-bioskop besar, dengan banyak diskusi soal adegan chestburster dan performa Cailee Spaeny. Box office US$350 juta (dengan proyeksi akhir US$400–450 juta) tunjukkan sukses komersial yang solid untuk film R-rated horor. Di media sosial, klip adegan Xenomorph dan momen paling sadis jadi viral meski banyak yang beri trigger warning. Film ini juga berhasil membuka jalan baru bagi franchise Alien setelah beberapa sekuel yang kurang memuaskan. Banyak yang bilang ini bukti bahwa kembali ke akar horor murni lebih efektif daripada mencoba cerita besar seperti Prometheus atau Alien: Covenant. Sekuel sudah diumumkan untuk 2027, dengan rumor melanjutkan petualangan Rain dan Andy.
Kesimpulan
Alien: Romulus adalah sekuel yang berhasil membangkitkan kembali franchise Alien dengan cara yang tepat: horor murni, ketegangan konstan, dan rasa takut terhadap Xenomorph yang sempurna. Cailee Spaeny dan cast muda tampil sangat kuat, visual dan atmosfer luar biasa, serta pendekatan yang setia pada akar seri membuat film ini layak disebut salah satu horor terbaik 2025. Meski babak akhir agak terburu-buru dan beberapa twist kurang logis, film ini tetap jadi tontonan yang sangat menegangkan dan menghibur. Worth it? Sangat—terutama kalau kamu penggemar Alien asli atau horor sci-fi klasik. Kalau suka Alien, Aliens, atau Life (2017), ini wajib. Nonton kalau belum—siapkan mata dan jantung, karena Xenomorph kembali lebih ganas dan lebih menakutkan dari sebelumnya. Franchise Alien hidup kembali—dan kali ini terasa sangat tepat.
