Review Film Lethal Weapon
Review Film Lethal Weapon. Film Lethal Weapon arahan Richard Donner yang rilis pada 1987 tetap jadi salah satu buddy cop action paling ikonik hingga 2026, terutama saat ulang tahun ke-39 dan rumor reboot seri TV masih hangat. Dibintangi Mel Gibson sebagai Martin Riggs dan Danny Glover sebagai Roger Murtaugh, film ini raup lebih dari 120 juta dolar dunia dari budget 15 juta, dan jadi pembuka franchise empat film plus seri TV. Dengan durasi 109 menit penuh aksi, humor gelap, dan chemistry duo aktor yang legendaris, Lethal Weapon ubah genre action 80-an jadi lebih emosional dan relatable. Review ini bahas kenapa film pertama ini masih layak ditonton ulang sebagai klasik buddy cop. BERITA BASKET
Plot dan Chemistry Duo Ikonik: Review Film Lethal Weapon
Cerita Lethal Weapon ikuti dua detektif LAPD yang beda jauh tapi dipaksa berpasangan. Riggs (Mel Gibson) adalah mantan pasukan khusus yang nekat dan depresi setelah kematian istri, sementara Murtaugh (Danny Glover) detektif keluarga yang sebentar lagi pensiun dan “terlalu tua untuk ini”. Mereka kejar sindikat narkoba yang bunuh putri teman Murtaugh. Plot campur aksi intens dengan drama pribadi—Riggs hampir bunuh diri, Murtaugh takut mati di hari pensiun. Chemistry Gibson-Glover jadi jantung film: Riggs gila tapi brilian, Murtaugh bijak tapi lucu dengan catchphrase “I’m too old for this shit” yang langsung legendaris. Karakter pendukung seperti Gary Busey sebagai villain dingin Mr. Joshua dan Traci Wolfe sebagai istri Murtaugh tambah kedalaman emosional. Plot tak terlalu rumit, tapi eksekusi Donner buat setiap adegan terasa hidup.
Aksi Brutal dan Humor Gelap 80-an: Review Film Lethal Weapon
Aksi di Lethal Weapon jadi blueprint buddy cop action—brutal tapi fun. Adegan pembuka Riggs telanjang dada lawan dealer narkoba di pohon Natal, atau duel akhir di halaman rumah Murtaugh dengan hujan deras, tunjukkan kekerasan realistis tanpa CGI berlebih. Stunt nyata seperti Riggs lompat dari atap atau kejar-kejaran mobil di Hollywood Hills beri adrenalin tinggi. Richard Donner atur tempo sempurna: aksi bergantian dengan humor gelap, seperti Riggs pura-pura bunuh diri untuk interogasi atau Murtaugh marah saat rumahnya jadi medan perang. Skor Michael Kamen dengan saxofon soulful tambah nuansa 80-an yang nostalgic. Kritik kadang bilang kekerasan terlalu grafis atau plot klise, tapi justru itu yang buat film ini beda dari action ringan era itu.
Warisan dan Relevansi Saat Ini
Lethal Weapon ubah genre buddy cop dengan tambah elemen psikologis—Riggs punya PTSD nyata, Murtaugh takut pensiun karena keluarga. Pengaruh besar ke film seperti Rush Hour, Bad Boys, atau 21 Jump Street di formula “duo beda tapi saling lengkapi”. Mel Gibson dan Danny Glover performa karir awal mereka jadi ikon, dengan chemistry yang jarang tertandingi. Film ini menang Golden Globe nominasi dan jadi franchise miliunan dolar. Di 2026, saat action sering pakai CGI berlebih, Lethal Weapon terasa fresh karena stunt praktis dan humor organik. Tema depresi pria, trauma perang, dan persahabatan lintas ras tetap relevan. Rating Rotten Tomatoes 80% dan status cult classic tunjukkan daya tahan—film yang buat “too old for this shit” jadi quote abadi.
Kesimpulan
Lethal Weapon 1987 adalah buddy cop masterpiece yang gabungkan aksi brutal, humor gelap, dan chemistry Gibson-Glover yang legendaris dengan cerita emosional tentang trauma dan persahabatan. Richard Donner ciptakan film yang tak hanya thrill, tapi juga punya hati di tengah kekacauan. Di usia hampir 40 tahun, tetap jadi template genre dan layak rewatch untuk nostalgia atau pengantar franchise. Bagi penggemar action 80-an atau duo ikonik, ini wajib—film yang buat polisi gila dan bijak jadi pasangan tak terlupakan. Lethal Weapon bukti bahwa formula sederhana bisa jadi klasik abadi jika eksekusi sempurna. Film ini ingatkan bahwa di balik tembakan dan ledakan, ada cerita manusia yang buat kita peduli. Klasik yang tak pudar.
