Review Film Mission: Impossible 8 – Akhir Epic?

Review Film Mission: Impossible 8 – Akhir Epic? Mission: Impossible – The Final Reckoning, bagian kedelapan sekaligus yang diklaim sebagai penutup saga Ethan Hunt, tayang sejak 23 Mei 2025 dan langsung jadi perbincangan hangat. Disutradarai Christopher McQuarrie, film berdurasi 2 jam 49 menit ini melanjutkan ancaman The Entity, AI jahat yang menguasai sistem global dan mengancam kehancuran nuklir. Tom Cruise kembali sebagai Ethan Hunt, ditemani Hayley Atwell (Grace), Ving Rhames (Luther), Simon Pegg (Benji), Pom Klementieff (Paris), serta Esai Morales sebagai Gabriel. Dengan stunts gila seperti adegan underwater di kapal selam Sevastopol dan biplane di udara, film ini berusaha jadi akhir epik. Meski mendapat pujian atas aksi dan komitmen Cruise, respons campur aduk muncul karena pacing lambat dan nada serius berlebih. Apakah ini benar-benar akhir yang memuaskan atau sekadar penutup biasa? Mari kita kupas lebih dalam. REVIEW FILM

Kekuatan Utama dari Film Mission Imposible 8: Aksi Spektakuler dan Komitmen Tom Cruise

Yang paling bikin film ini tak terlupakan adalah sequence aksi yang luar biasa. Adegan underwater di kapal selam yang tenggelam jadi highlight, dengan Cruise melakukan semuanya sendiri—termasuk menahan napas lama dan bergerak di air dingin—sampai membuat penonton tegang. Lalu ada chase biplane yang intens, lengkap dengan manuver gila di udara, plus momen Ethan mengendalikan situasi yang membuat aspek ratio berubah di layar IMAX. Produksi visualnya megah, efek CGI mendukung tanpa mengganggu, dan skor musik memperkuat ketegangan. Chemistry tim IMF tetap solid: Hayley Atwell membawa energi segar sebagai Grace, Pom Klementieff mencuri perhatian sebagai Paris yang chaotic, sementara Ving Rhames dan Simon Pegg memberikan keseimbangan humor dan loyalitas. Box office mencapai sekitar $598 juta secara global, dengan opening terbesar di franchise ini, membuktikan daya tariknya masih kuat. Banyak yang bilang ini showcase terbaik Cruise dalam melakukan stunts praktis, membuat film terasa autentik dan adrenaline-pumping.

Kelemahan dari Film Mission Imposible 8: Pacing Lambat dan Nada Terlalu Serius

Sayangnya, The Final Reckoning tak sepenuhnya mulus. Bagian awal terasa berat dengan exposition panjang dan recap dari film sebelumnya, termasuk montage flashback yang berulang-ulang, membuatnya seperti episode panjang “previously on”. Nada cerita jadi terlalu somber dan pretentious, fokus pada tema pilihan hidup Ethan serta mitos dirinya sebagai penyelamat dunia, yang terasa overdone setelah hampir 30 tahun franchise. Villain The Entity kurang berkembang, lebih sebagai ancaman abstrak daripada karakter menarik, sementara Gabriel sebagai proxy manusia terasa kurang mengancam. Beberapa adegan terasa bloated, dengan dialog melodramatis yang kadang klise, membuat film kehilangan fun ringan yang biasa jadi ciri khas series ini. Meski ending sentimental dan emosional, sebagian penonton merasa kurang puas karena terlalu berat dan kurang inovatif dibanding Fallout atau Dead Reckoning Part One. Pintu untuk sekuel masih terbuka lebar, meski diklaim final.

Kesan Keseluruhan dan Respons Penonton: Review Film Mission: Impossible 8 – Akhir Epic?

Secara keseluruhan, Mission: Impossible – The Final Reckoning berhasil jadi hiburan action besar dengan aksi thrilling dan momen ikonik, tapi bukan yang terbaik di series. Skor kritikus sekitar 80% di Rotten Tomatoes dengan audience 88%, menunjukkan pujian atas spectacle tapi kritik atas pacing dan tone. Bagi penggemar lama, ini sendoff yang layak—sentimental, megah, dan penuh penghargaan atas perjalanan Ethan. Bagi yang baru, stunts-nya tetap memukau dan layak ditonton di bioskop besar. Film ini membuktikan Cruise masih raja action, tapi juga mengingatkan bahwa franchise perlu keseimbangan antara epik dan fun agar tak kehilangan pesona.

Kesimpulan: Review Film Mission: Impossible 8 – Akhir Epic?

Mission: Impossible – The Final Reckoning memang akhir yang epik dalam arti skala dan ambisi, tapi tak sepenuhnya memuaskan sebagai penutup sempurna. Dengan aksi gila, visual memukau, dan dedikasi Tom Cruise yang tak tertandingi, film ini tetap jadi thrill ride yang layak diapresiasi. Meski pacing lambat dan nada serius berlebih sedikit mengecewakan, kekuatan spectacle-nya membuatnya pantas disebut salah satu action movie besar tahun 2025. Jika ini benar-benar akhir, Ethan Hunt pergi dengan gaya—meski kita tahu Cruise mungkin belum siap pensiun. Wajib tonton bagi fans, dan rekomendasi kuat untuk pecinta genre action.

BACA SELENGKAPNYA DI…