Review Film Naruto Shippuden: The Lost Tower
Review Film Naruto Shippuden: The Lost Tower. Film Naruto Shippuden: The Lost Tower yang dirilis pada 2010 masih sering disebut sebagai salah satu movie Shippuden terbaik hingga awal 2026. Sebagai film keempat era Shippuden, cerita ini unik karena melibatkan perjalanan waktu: Naruto terlempar ke masa lalu saat misi lawan ninja pemberontak Anrokuzan, dan bertemu Minato Namikaze—ayahnya sendiri—yang masih muda sebagai Hokage Keempat. Dengan durasi sekitar 85 menit, film ini campur aksi intens, momen emosional ayah-anak, dan cameo karakter masa lalu yang bikin penggemar nostalgia berat. BERITA TERKINI
Plot dan Elemen Time Travel: Review Film Naruto Shippuden: The Lost Tower
Cerita dimulai saat Tim Kakashi—Naruto, Sakura, Sai, dan Yamato—ditugaskan tangkap Anrokuzan, ninja pelarian yang kuasai teknik puppet berbasis chakra. Saat pertarungan di reruntuhan Roran, Anrokuzan aktifkan jutsu kuno yang kirim Naruto ke 20 tahun lalu, tepat saat Minato sedang misi rahasia di tempat sama. Naruto bertemu Minato muda, Kushina yang masih hamil, dan versi muda Kakashi serta karakter lain. Plot fokus pada usaha cegah Anrokuzan ubah sejarah dengan curi chakra dari menara Ley Line, sambil Naruto belajar rahasia ayahnya tanpa bocorkan identitas. Twist time travel dieksekusi rapi tanpa terlalu rumit, dengan akhir yang selamatkan timeline tanpa paradox besar.
Aksi dan Momen Emosional: Review Film Naruto Shippuden: The Lost Tower
Aksi di The Lost Tower jadi salah satu yang paling seru di movie Shippuden: pertarungan Naruto vs Anrokuzan penuh puppet raksasa dan ledakan chakra, plus kolaborasi Rasengan ayah-anak yang ikonik. Animasi tahun 2010 sudah lebih halus, dengan efek cahaya Ley Line dan reruntuhan gurun yang megah. Momen emosional saat Naruto lihat Minato dan Kushina muda, serta percakapan diam-diam tentang “warisan” Hokage, sering bikin penonton terharu—terutama penggemar yang sudah tahu nasib Minato. Cameo karakter seperti Jiraiya muda dan Choza Akimichi tambah rasa nostalgia, sementara Sakura dan Yamato di timeline sekarang beri keseimbangan aksi paralel.
Nilai Tambah dan Posisi dalam Franchise
Film ini spesial karena jadi satu-satunya movie Shippuden yang beri interaksi langsung Naruto-Minato tanpa flashback semata. Tema tentang warisan, perlindungan masa depan, dan pengorbanan ayah resonan kuat dengan arc Pain di seri TV. Meski tetap filler, ia lebih terintegrasi dengan canon dibanding movie lain, dengan referensi teknik Flying Thunder God dan segel Kyuubi. Saat rilis, sukses besar di Jepang dan sering dipuji sebagai movie Shippuden paling emosional sebelum Bonds atau Will of Fire. Kelemahan kecil seperti villain yang kurang memorable ditutupi oleh fan-service dan aksi berkualitas tinggi.
Kesimpulan
Naruto Shippuden: The Lost Tower adalah movie yang berhasil gabungkan time travel cerdas, aksi megah, dan momen ayah-anak yang menyentuh hati. Bagi penggemar Naruto, ini wajib tonton karena interaksi Minato-Naruto yang langka dan eksekusi cerita yang rapi. Meski villain standar dan beberapa plot convenience, nilai emosional serta animasi solid membuatnya tetap jadi favorit hingga sekarang. Di antara movie Shippuden, ini salah satu yang paling balanced—seru, haru, dan penuh nostalgia—layak ditonton ulang untuk rasa “apa jadinya kalau Naruto bertemu ayahnya lebih awal”.
