Review Film The Body
Review Film The Body. Di akhir 2025, film The Body (2012) atau dikenal sebagai El Cuerpo masih sering dipuji sebagai salah satu thriller misteri Spanyol paling cerdas dan penuh twist. Disutradarai Oriol Paulo di debut panjangnya, film ini ceritakan hilangnya mayat wanita kaya bernama Mayka Villaverde dari ruang mayat, picu investigasi intens antara suaminya Álex dan inspektur polisi Jaime Peña. Berlatar malam hujan deras di morgue yang claustrophobic, film ini gabungkan elemen suspense psikologis, konspirasi, dan balas dendam yang bikin penonton tegang dari awal hingga akhir. Dengan durasi sekitar 110 menit, ini jadi contoh bagaimana thriller bisa andalkan dialog tajam dan plot rumit tanpa efek berlebih. BERITA BOLA
Plot dan Twist yang Membuat Penasaran: Review Film The Body
Cerita berpusat pada malam investigasi di morgue setelah penjaga malam lari ketakutan dan tertabrak mobil. Mayat Mayka hilang tanpa jejak, Álex dipanggil sebagai suami, dan Peña mulai interogasi ketat sambil flashback ungkap hubungan mereka. Awalnya tampak seperti pembunuhan biasa, tapi twist bertahap ungkap Álex punya affair dan rencana bunuh istri dengan racun tak terdeteksi. Yang bikin film ini beda adalah manipulasi cerdas: bukti muncul perlahan, bikin Álex semakin panik dan confess, tapi akhirnya terungkap rencana balas dendam rumit yang ubah segalanya. Twist akhir pahit dan satisfying—pakai racun sama untuk balas—bikin penonton terkejut, meski ada yang bilang agak over-explained di penutup.
Akting dan Atmosfer yang Kuat: Review Film The Body
Akting jadi pondasi utama keberhasilan film ini. José Coronado sebagai Peña beri performa dingin tapi penuh lapisan, sementara Hugo Silva sebagai Álex tunjukkan transisi dari tenang jadi hancur secara meyakinkan. Belén Rueda sebagai Mayka, meski mostly flashback dan “mayat”, beri aura misterius yang dominan sepanjang cerita. Atmosfer morgue gelap, basah, dan sunyi ciptakan claustrophobia sempurna—hujan deras di luar, lampu berkedip, dan ruang sempit bikin setiap suara atau bayangan terasa ancaman. Sinematografi dingin dengan close-up intens tambah ketegangan, dukung musik minimalis yang naik perlahan. Film ini mostly satu lokasi, tapi tak pernah terasa membosankan karena dialog tajam dan pacing yang terkontrol.
Tema dan Dampak yang Membekas
Film ini eksplor tema balas dendam, pengkhianatan dalam pernikahan, dan batas moral saat rasa sakit ambil alih. Ada kritik halus soal manipulasi dan seberapa jauh orang rela pergi untuk keadilan pribadi. Elemen horor ringan dari setting morgue beri rasa mencekam, tapi intinya thriller psikologis murni. Saat rilis, jadi hit besar di Spanyol dan buka festival internasional, bukti thriller non-Hollywood bisa saingi. Di 2025, tetap relevan karena twistnya timeless dan pesan bahwa tak ada yang benar-benar seperti kelihatan. Meski ada kritik pacing lambat di tengah atau ending terlalu rapi, film ini tetap kuat sebagai debut sutradara yang janjikan karya-karya berikutnya lebih brilian.
Kesimpulan
The Body (2012) jadi thriller misteri yang cerdas dan claustrophobic di akhir 2025, dengan plot twist brilian, akting kelas atas, dan atmosfer morgue yang bikin merinding. Cocok buat penggemar film seperti The Invisible Guest atau Gone Girl—penuh manipulasi psikologis dan ending tak terduga. Meski talky dan fokus dialog, film ini berhasil jaga ketegangan tanpa gore berlebih atau jumpscare murahan. Rekomendasi tinggi untuk malam hujan sendirian—dijamin bikin mikir ulang soal kepercayaan dan balas dendam. Klasik modern Spanyol yang patut ditonton bagi yang suka thriller pintar dengan impact emosional kuat.
