Review Film The Foreigner

Review Film The Foreigner. The Foreigner (2017), karya sutradara Martin Campbell, jadi film balas dendam paling gelap di karir Jackie Chan. Jackie perankan Ngoc Minh Quan—pemilik restoran sederhana di London yang kehilangan putri tunggal akibat bom teroris IRA. Ia lawan pejabat tinggi Inggris untuk cari kebenaran, campur thriller politik dengan aksi brutal. Rilis usia Jackie 63 tahun, film ini raih $145 juta global, tunjukkan ia masih kuat meski tak lagi lompat-lompat gila. Sampai kini, ulang tontonnya tetap tegang: bukan komedi, tapi drama serius ala Taken versi Asia. Review ini kupas kenapa The Foreigner jadi Jackie paling dewasa dan underrated. BERITA BOLA

Jackie Chan yang Serius dan Rentan: Review Film The Foreigner

Jackie ubah image total: bukan polisi jenaka, tapi ayah hancur yang sembunyi trauma perang Vietnam. “Saya bukan pahlawan, saya cuma cari nama” jadi dialog ngena, tunjukkan Quan biasa tapi gigih—dari kirim paket bom rakitan sampe interogasi pakai pisau dapur. Adegan flashback perang beri kedalaman, Jackie akting diam-diam bagus tanpa overplay.

Pierce Brosnan sebagai Liam Hennessy—politisi IRA yang ambisius—kontras sempurna: dialog tajam, moral abu-abu. Chemistry mereka tegang: bukan musuh-musuhan, tapi negosiasi dingin penuh ancaman. Fakta: Jackie latihan khusus untuk adegan tangan kosong lawan teroris bersenjata, bukti komitmen meski usia lanjut.

Aksi Realistis Tanpa CGI Berlebih: Review Film The Foreigner

Aksi fokus efisien, bukan spektakuler: urutan pembuka bom di Chinatown—Jackie selamatkan orang tapi kehilangan anak, lalu balas dendam solo. Adegan hutan: Jackie lawan 5 teroris di lumpur hujan deras, pakai batu dan ranting—brutal, berdarah, tanpa wirework. Finale di pegunungan Skotlandia: tembak-menembak campur bela diri, Jackie terluka parah tapi bertahan.

Martin Campbell (sutradara GoldenEye) desain fight pendek tapi mematikan—satu pukulan bisa bunuh, realistis ala Bourne. Fakta: Jackie cedera bahu saat syuting, tapi tolak stunt double. Ini beda dari aksi muda: lebih pintar, pakai lingkungan, kurangi lompatan tapi tambah intensitas emosi.

Plot Thriller Politik yang Ketat

Cerita tak berbelit: bom IRA picu Quan kejar nama pelaku, ungkap konspirasi di pemerintahan Inggris. Twist Hennessy terlibat cukup cerdas, campur isu terorisme nyata era 2010-an. Lokasi London dan pedesaan Irlandia beri rasa autentik—dari pasar Asia sampe gedung parlemen.

Dialog Brosnan sorot politik kotor: “Kami butuh perdamaian, tapi ada harga.” Durasi 113 menit pas—build-up lambat tapi finale ledak. Soundtrack tegang dengan biola Celtic perkuat nuansa konflik lama. Pesan balas dendam pribadi vs keadilan sistem ngena, tanpa moralisasi berat.

Kesimpulan

The Foreigner adalah Jackie Chan reinvented—aksi realistis, akting dewasa, thriller politik solid—skor 8.5/10. Jackie bukti usia tak batasi talenta, ciptakan ayah balas dendam yang Hollywood jarang punya. Pengaruhnya besar: inspirasi film senior action seperti The Equalizer. Wajib tonton untuk fans thriller atau Jackie serius. Nonton sekarang, rasakan dinginnya—film ini bukan hiburan ringan, tapi pukulan emosi yang tak terlupakan.

BACA SELENGKAPNYA DI…