Review Film The Jinx: Tiga Pembunuhan Misterius

Review Film The Jinx: Tiga Pembunuhan Misterius. The Jinx: The Life and Deaths of Robert Durst (2015), serial dokumenter HBO karya Andrew Jarecki, masih dianggap sebagai salah satu karya true crime paling berpengaruh dan menegangkan hingga awal 2026. Serial enam episode pertama tayang pada 2015, sementara bagian kedua (The Jinx – Part Two) baru dirilis April 2024, membawa total 13 episode. Serial ini mengikuti kasus Robert Durst, pewaris properti miliarder New York yang dicurigai terlibat dalam tiga pembunuhan misterius: istri pertamanya Kathleen McCormack (hilang 1982), sahabatnya Susan Berman (ditembak mati 2000), dan tetangganya Morris Black (dipotong-potong 2001). Dengan akses luar biasa ke Durst selama bertahun-tahun, The Jinx berhasil mengungkap bukti baru yang akhirnya membawa Durst ke pengadilan. Hingga Februari 2026, serial ini terus dipuji karena teknik investigasi jurnalistik yang brilian dan momen “hot mic” legendaris yang menjadi salah satu twist paling ikonik dalam sejarah dokumenter. INFO SLOT

Rekonstruksi Tiga Kasus Pembunuhan: Review Film The Jinx: Tiga Pembunuhan Misterius

Serial ini dimulai dengan hilangnya Kathleen McCormack pada Januari 1982. Durst melaporkan istrinya hilang setelah pertengkaran, tapi polisi New York tidak menemukan bukti pembunuhan dan kasus ditutup. Durst kemudian menjadi tersangka utama setelah Susan Berman—teman dekatnya yang membantu menutupi hilangnya Kathleen—ditembak mati di rumahnya di Los Angeles pada Desember 2000. Surat anonim yang menginformasikan polisi tentang mayat Berman ditulis dengan tulisan tangan Durst. Kasus ketiga terjadi pada September 2001 di Galveston, Texas: tetangga Durst, Morris Black, ditemukan terpotong-potong di laut. Durst ditangkap tapi lolos dari pengadilan setelah mengklaim pembunuhan dalam keadaan darurat (self-defense).
The Jinx tidak hanya menceritakan kronologi; ia menunjukkan bagaimana Jarecki membangun hubungan dengan Durst selama lebih dari satu dekade. Durst setuju diwawancarai karena ingin “membersihkan nama”, tapi justru memberikan pernyataan yang kontradiktif. Puncaknya terjadi di akhir episode terakhir musim pertama: rekaman “hot mic” ketika Durst sendirian di kamar mandi, berbisik sendiri: “Killed them all, of course”. Kalimat itu menjadi bukti kunci yang membuka kembali kasus-kasus lama dan memicu penangkapan Durst pada Maret 2015, hanya sehari sebelum episode terakhir tayang.

Musim Kedua dan Penutupan Kasus: Review Film The Jinx: Tiga Pembunuhan Misterius

Musim kedua (2024) melanjutkan cerita setelah penangkapan Durst. Serial ini mengikuti persidangan panjang di Los Angeles untuk pembunuhan Susan Berman (2021), di mana Durst akhirnya divonis seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat. Dokumenter juga menyoroti peran keluarga korban—terutama saudara Kathleen dan anak angkat Susan—yang terus berjuang mencari keadilan meski menghadapi sistem hukum yang lambat dan birokrasi yang rumit. The Jinx berhasil menunjukkan bagaimana satu kalimat dari “hot mic” bisa mengubah nasib kasus yang sudah puluhan tahun mandek.

Kesimpulan

The Jinx adalah dokumenter yang langka: mencekam sekaligus sangat manusiawi, lambat tapi penuh ketegangan, dan mendalam tanpa terasa bertele-tele. Kekuatan utamanya terletak pada akses luar biasa ke Robert Durst, momen “hot mic” yang legendaris, serta penggambaran tajam tentang kegagalan sistem hukum dalam menangani kasus pembunuhan berantai selama puluhan tahun. Serial ini berhasil menjadi tontonan wajib bagi penggemar true crime seperti Making a Murderer atau The Jinx spin-off, dengan tambahan nuansa psikologis yang membuatnya terasa sangat pribadi. Hingga 2026, The Jinx tetap relevan karena menunjukkan bahwa keadilan kadang datang terlambat, tapi bisa tercipta ketika seseorang berani terus menyelidiki meski dunia sudah menyerah. Jika kamu sedang mencari dokumenter yang membuat bulu kuduk berdiri sekaligus otak bekerja keras, The Jinx adalah pilihan tepat. Saksikan atau tonton ulang—karena terkadang pengakuan paling mengejutkan datang dari orang yang paling tidak terduga. Sebuah karya yang cerdas, gelap, dan sangat tepat waktu.

BACA SELENGKAPNYA DI…