Review Film Jujutsu Kaisen 0: Sukuna Curi Perhatian

Review Film Jujutsu Kaisen 0: Sukuna Curi Perhatian. Film Jujutsu Kaisen 0 tetap menjadi salah satu karya animasi yang paling dibicarakan, bahkan bertahun-tahun setelah rilisnya. Meski cerita utamanya berfokus pada Yuta Okkotsu dan kutukan tragis Rika, serta pertarungan epik melawan Suguru Geto, ada satu elemen yang kerap mencuri sorotan: Ryomen Sukuna. Raja Kutukan ini memang tidak menjadi pusat cerita di film prequel ini, tapi kemunculannya yang singkat justru meninggalkan kesan mendalam bagi penonton. Bahkan, banyak yang menyebut Sukuna sebagai “pencuri perhatian” sejati di balik layar. INFO CASINO

Sinopsis Singkat dan Konteks Cerita: Review Film Jujutsu Kaisen 0: Sukuna Curi Perhatian

Jujutsu Kaisen 0 mengadaptasi volume nol manga karya Gege Akutami, yang berlatar sebelum peristiwa utama seri anime. Kita mengikuti Yuta Okkotsu, seorang remaja yang dikutuk oleh roh Rika—teman masa kecilnya yang berubah menjadi kutukan tingkat spesial setelah kematian tragis. Gojo Satoru merekrut Yuta ke Sekolah Jujutsu Tokyo untuk mengendalikan kekuatan itu, tapi konflik besar muncul ketika Geto—mantan sahabat Gojo—merencanakan pemberontakan dengan mengumpulkan ribuan kutukan untuk menghancurkan dunia non-penyihir.
Di tengah cerita yang penuh emosi tentang cinta, kehilangan, dan penebusan, Sukuna muncul dalam bentuk referensi dan perbandingan. Kekuatan Rika sering disejajarkan dengan level Sukuna, bahkan oleh para penyihir tingkat tinggi. Ini bukan kebetulan—Akutami sengaja membangun mitos Sukuna sebagai standar tertinggi kekuatan kutukan, sehingga bayangannya terasa kuat meski dia tidak hadir secara fisik.

Mengapa Sukuna Begitu Menonjol Meski Minim Penampilan: Review Film Jujutsu Kaisen 0: Sukuna Curi Perhatian

Sukuna memang tidak punya adegan panjang di film ini, tapi justru itulah daya tariknya. Setiap kali nama Sukuna disebut, suasana langsung berubah. Para karakter seperti Gojo dan para penyihir senior menggunakan Sukuna sebagai tolok ukur—”selevel dengan Sukuna” atau “bahkan Sukuna pun akan kewalahan”. Hal ini menciptakan aura misterius dan menakutkan yang membuat penonton penasaran.

Di seri utama, Sukuna dikenal sebagai antagonis karismatik dengan kepribadian sadis, percaya diri berlebih, dan kekuatan destruktif luar biasa. Di Jujutsu Kaisen 0, absensinya malah memperkuat legenda itu. Penonton yang sudah menonton anime season 1 akan langsung teringat bagaimana Yuji Itadori “berbagi tubuh” dengan Sukuna, dan bagaimana kutukan itu bisa mengambil alih kapan saja. Perbandingan dengan Rika membuat kita sadar betapa mengerikannya level Sukuna—Rika saja sudah disebut “Ratu Kutukan”, tapi Sukuna tetap di atasnya sebagai Raja.

Adegan-adegan klimaks film, terutama pertarungan akhir Yuta melawan Geto, juga secara tidak langsung mengingatkan pada potensi Sukuna. Kekacauan skala besar, kutukan raksasa, dan ledakan energi cursed—semuanya terasa seperti “pemanasan” sebelum kita melihat Sukuna benar-benar mengamuk di arc-arc berikutnya. Banyak penggemar yang bilang, “Kalau Rika dan Geto saja segila ini, bayangkan kalau Sukuna yang turun tangan.”

Animasi dan Dampak Visual yang Membuat Sukuna Terasa Hidup

Studio MAPPA sekali lagi menunjukkan kelasnya dalam film ini. Meski Sukuna tidak muncul secara langsung, desain kutukan dan efek visual cursed energy dibuat begitu detail sehingga aura Sukuna terasa menyelimuti cerita. Warna merah darah, pola tato ikonik yang muncul di flashback atau imajinasi karakter, serta suara tawa khasnya yang sesekali terdengar dalam narasi—semua elemen kecil itu membuat Sukuna “hadir” tanpa perlu banyak screen time.

Suara pengisi suara Junichi Suwabe juga jadi faktor besar. Nada rendah, penuh ejekan, dan penuh wibawa itu langsung terbayang setiap kali Sukuna disebut. Kombinasi visual memukau plus voice acting legendaris membuat karakter ini terasa lebih besar dari cerita itu sendiri.

Kesimpulan

Jujutsu Kaisen 0 sukses besar sebagai film standalone sekaligus jembatan sempurna ke seri utama. Cerita Yuta dan Rika memang menyentuh hati, animasinya memukau, dan aksi pertarungannya intens. Tapi di antara semua itu, Sukuna tetap jadi bintang tanpa mahkota. Kehadirannya yang minim justru membuatnya semakin menakutkan dan menarik—seperti bayangan gelap yang mengintai di belakang setiap adegan.

Bagi penggemar, film ini mengingatkan kenapa Sukuna disebut Raja Kutukan. Bagi penonton baru, ini jadi teaser sempurna bahwa dunia Jujutsu Kaisen punya ancaman jauh lebih besar di depan. Sukuna tidak perlu banyak bicara atau bertarung untuk mencuri perhatian—dia cukup disebut saja, dan semua mata langsung tertuju padanya. Itulah kekuatan sejati seorang legenda.

BACA SELENGKAPNYA DI…